kisah sukses albert einstein, si jenius pernah gagal-Einstein dilahirkan di kota Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Albert kemudian disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberikan pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya telah menunjukkan kompas kantung, dan Einstein baru menyadari bahwa sesuatu di ruang kosong ini bisa beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya sebagai salah satu yang paling menggugah dalam hidup. Meskipun dia telah membuat model dan alat mekanik sebagai hobinya, dia dianggap sebagai pelajar lambat, kemungkinan disebabkan karena adanya dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur jarang dan tidak biasa pada otaknya.

Minat dan kecintaannya pada fisika muncul di usia lima tahun. Ketika terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahi dirinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh adanya keajaiban kompas tersebut, sehingga ia semakin membulatkan tekadnya untuk bisa membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam ini.

pendiam dan tidak suka bermain dengan temannya, Albert Einstein mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanya bermain musik dan berduet dengan ibunya untuk memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.

Albert juga menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus kemudian Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ia ditolak. Akhirnya Albert bisa mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di salah satu SMA. Kemudian dia juga bisa mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisika..

Dia kemudian banyak diberikan penghargaan teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia bisa mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang.. Einstein mulai belajar tentang matematika pada umur  ke dua belas tahun. penggantian dalam penilaian tersebut membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya juga membantu untuk mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek di masa akhir kanak-kanaknya dan awal remajanya dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.

Source : http://www.digitalpromosi.com/smart/kisah-sukses/2075-kisah-inspirasi-albert-einstein-ilmuwan-terbesar-abad-20